Kamis, 01 April 2021

Aprilia Manganang Bukan Sebatas Soal “Titit”

 

Sumber Gambar : https://www.google.com/search?q=kartun+aprilia+mangganang&safe

Aprilia Manganang kini adalah lelaki tulen.  Setelah melakukan operasi atas penyakit “hipospadia”.  Penyakit kelainan pada titit. Ndak perlu lagi ada tanya dan ragu kepada Aprilia Manganang (Aprilia ancene cah  lanang). Dengan kondisi fisiknya yang gagah, kekar, berisi, perut yang six-pack seperti roti sobek.

Aprilia Manganang telah melalui perjalanan panjang berliku penuh duri. Sejak kecil Aprilia Manganang acap kali mendapatkan bully-an dari orang-orang di lingkungan sekitarnya. karena kondisi fisiknya yang berbeda. Seorang perempuan dengan cita rasa keperkasaan lelaki. Menanggung semuanya lebih dari seperempat abad  hidupnya.   

Saat Aprilia Manganang masih berlaga dalam bola voli. Fisik Aprilia Manganang kerap menjadi persoalan dan mengundang protes dari tim lawan.  Menyebabkan Aprilia Manganang perlu melakukan uji feminitas. Hasil tes saat itu, menyatakan Aprilia Manganang memanglah perempuan.

Orang tua Aprilia Manganang mendidik dirinya dengan keras sejak kecil. Pekerjaan yang dipersepsikan kepada lelaki, mencangkul dan memanjat pohon sudah menjadi pekerjaannya. Aprilia Manganang pantang membedakan pekerjaan perempuan dan lelaki. Tanpa disadari Aprilia Manganang telah bersiap menjadi lelaki dikemudian hari.

Aprilia Manganang mampu merubah berbagai bully-an dan ujian hidup. Semua itu,  menjadi pemicu dan pemacu, yang mengantarkan Aprilia Manganang pada pencapaian yang tak terbantahkan saat ini.

Aprilia Mangganang merupakan seorang yang tergolong “anti sambat-sambat club”. Mental baja dan daya juang yang sudah teruji. Aprilia Manganang,  menjebol anggapan bias gender, ketika perempuan tidak bisa berlaku seperti lelaki pada umumnya. Hal itu tidak bagi Aprilia Manganang.

Aprilia Manganang  telah menjadi idola perempuan yang dielu-elukan. Bahkan bagi para lelaki sedikit-banyak akan merasa iri dengan segenap apa yang dipunyai Aprilia Manganang. Harta benda, prestasi, tubuh atletis, karir yang aduhai. Bak buah matang yang banyak dilirik ingin dipetik.

Jika beberapa lelaki merasa iri melihat seorang Aprilia Manganang yang banyak di puji oleh para perempuan saat ini. Apakah mereka yang iri pernah tergelitik membayangkan. Seberapa mampukah jika mereka menjadi Aprilia Manganang ?

Menjadi Aprilia Manganang itu berat, biar ia saja. Sebab orang lain belum tentu kuat.

Mula-mula bayangkan, jika mereka yang iri dengan Aprilia Manganang. Berada pada posisi Aprilia Manganang yang belum menjadi seseorang lelaki tulen.  Jangan-jangan ada akal nakal yang menggelitik dan ide-ide yang menggusik.

Ketika Aprilia Manganang  masih menjadi perempuan. Banyak perempuan yang menjadi temannya. Siapapun bisa membayangkan berada di kamar ganti perempuan, di toilet perempuan. Merasakan hal yang nyeleneh ganti baju bersama atau membicarakan hal-hal tentang perempuan secara luar dalam. Imajinasi mereka yang membayangkan sebagai Aprilia Manganang mulai bergerak liar dan susah dikendalikan.

Ditambah lagi, belum tentu ketika orang lain menjadi Aprilia Manganang mampu melakukan perjuangan dan meraih pencapaian seperti Aprilia Manganang. Hal ini bukan bermaksud membandingkan  orang lain dengan Aprilia Manganang. Hanya saja, bila ada seseorang yang melihat peristiwa Aprilia Manganang sebagai bias gender, atau setengah lelaki dan setengah perempuan. Dan menekankan hanya masalah sebatas “titit” hal itu, salah alamat, slurd.

Aprilia Manganang mampu mendobrak penjara-penjara psikologis yang diciptakan oleh cara pandang orang disekitarnya. Sebelum banyak orang belajar berjubal-jubal buku teori gender. Aprilia Manganang telah melampauinya tanpa mempersoalkan dan memedulikan peran lelaki atau perempuan.

Hal semacam ini menjadi keuntungan bagi Aprilia Manganang. ketika Aprilia Manganang menjadi suami. Aprilia Manganang sudah mampu mandiri menjalani hidupnya tanpa banyak merepotkan istri. Masak-masak sendiri namun tidur tak sendiri.

Apabila perempuan  masih meragu akan kenjantan seorang Aprilia Manganang, karena masa lalunya. Lebih baik pikir-pikir lebih dahulu. Sebab Aprilia Manganang tidak melakukan operasi pergantian kelamin. Melainkan hanya menyembuhkan penyakit kelainan “titit” yang dialami.

Dari Aprilia Manganang ada hal yang berkesan dan menjadi pelajaran. Tidak peduli  perempuan atau lelaki. Kehidupan tidak pernah berkompromi, memilah serta memilih dalam memberikan ujian. Semua mempunyai posisi, porsi yang sama untuk menghadapi, tantangan kehidupan.

Aprilia Manganang sebagai catatan yang hidup. Aprilia Manganang bukan hanya sebatas soal “titit”. Tapi perjuangan panjang mencari jati dirinya sebagai lelaki seratus persen. Dengan rasa syukur Aprilia Manganang mengucap “Ini momen yang sangat saya tunggu, bahagia banget. Puji Tuhan Yesus saya bisa lewati ini dan saya bersyukur Tuhan pakai bapak dan ibu untuk pertemukan saya”.

Gerbang kehidupan baru bagi Aprilia telah terbuka. Aprilia Manganang sebagai seorang lelaki tulen, sebagai prajurit, sebagai pejuang  dan tentunya sebagai abdi negara.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Stigma

Sejarah Hadirnya Ilmu Logika: Dari Yunani, Islam, Hingga Eropa

Oleh: Udin Msu A. Asal-Muasal Ilmu Logika di Yunani Kehadiran ilmu mantiq berawal dari sikap para bijak-bestari di Yunani. Sang Syahid Soc...